Runs 100% in your browser · No upload

Deteksi gambar AI vs asli dalam hitungan detik.

Upload gambar dan kami akan menganalisis pola gradien, noise, dan kerapihan edge untuk menghitung seberapa besar kemungkinan gambar tersebut dibuat oleh model AI (misalnya Stable Diffusion / Midjourney) dibanding kamera nyata.

  • ✓ Semua proses berjalan di browser – gambar tidak dikirim ke server.
  • ✓ Berbasis prinsip fisika optik vs pola diffusion sederhana.
  • ⚠ Bukan bukti forensik. Hanya indikator probabilistik yang perlu digabung dengan analisis manual.
Coba AI Image Detector ▼
Open-source heuristics · 3 metode analisis

AI Analyzer

Klik atau drag & drop gambar ke sini

Format: JPG, PNG, WebP · otomatis di-resize di browser

Bagaimana cara kerjanya?

AI Image Detector ini menggunakan tiga keluarga fitur sederhana yang sering dipakai di penelitian deteksi gambar sintetis. Semua perhitungan dilakukan di browser menggunakan JavaScript dan elemen canvas.

Metode A

Covariance Gradients

Gambar diubah ke luminance (Y) lalu dihitung gradien Gx dan Gy. Dari sana dibuat matriks kovarians untuk mengukur seberapa “rapi” dan isotropik pola gradien tersebut. Gambar AI cenderung punya distribusi gradien yang lebih bersih dan halus.

Metode B

High-Frequency Noise

Kami membandingkan gambar asli dengan versi blur 3×3 sederhana untuk mengukur energi noise frekuensi tinggi. Foto kamera punya karakter noise yang berbeda dari hasil diffusion AI yang sering terlalu bersih atau “synthetic”.

Metode C

Edge Uniformity

Dari magnitudo gradien, kami hitung distribusi statistik seperti median, IQR, dan koefisien variasi. Tekstur & edge pada gambar AI sering lebih seragam dibanding foto nyata, sehingga distribusinya terlihat berbeda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Beberapa hal penting sebelum menggunakan AI Image Detector ini.

1. Apakah hasil deteksi ini 100% akurat? ▸

Tidak. Ini hanya indikator probabilistik berbasis statistik gambar (gradien, noise, tekstur). Model AI terbaru bisa sangat mirip foto asli, dan sebaliknya foto asli yang banyak diedit bisa terlihat seperti gambar AI. Gunakan hasil ini sebagai sinyal tambahan, bukan bukti tunggal.

2. Apakah gambar saya diupload ke server Arizu? ▸

Tidak. Seluruh proses terjadi di browser menggunakan elemen canvas JavaScript. File tidak dikirim ke server kecuali Anda sendiri mengubah kode untuk melakukannya.

3. Apa arti angka persentase “kemungkinan AI”? ▸

Angka tersebut adalah skor 0–100 yang disusun dari tiga metode analisis. Nilai yang lebih tinggi berarti pola statistik gambar lebih mirip gambar AI. Ini bukan probabilitas matematis murni, melainkan skor heuristik yang bisa kamu kalibrasi sendiri memakai dataset milikmu.

4. Apakah tools ini bisa dipakai di proses forensik atau legal? ▸

Tidak direkomendasikan. Untuk keperluan hukum kamu memerlukan digital forensics yang resmi dan metodologi yang tervalidasi. Tool ini cocok untuk eksplorasi teknis, analisis internal, atau edukasi.

5. Apakah model AI tertentu (Stable Diffusion vs Midjourney) mempengaruhi hasil? ▸

Ya. Setiap model AI punya fingerprint statistik yang sedikit berbeda. Namun, banyak di antaranya tetap berbagi karakteristik umum (gradien halus, noise sintetis, edge seragam) yang ditangkap oleh heuristik ini.

6. Apakah hasil akan berubah jika gambar saya compress atau resize? ▸

Bisa. Kompresi JPEG kuat, filter denoise, sharpening agresif, atau upscaler bisa mengubah pola noise/gradien dan mempengaruhi skor. Tools ini otomatis me-resize gambar ke ukuran kecil untuk efisiensi, tapi tetap mempertahankan pola global.

7. Apakah bisa mendeteksi deepfake video? ▸

Versi ini hanya bekerja untuk gambar statis (frame tunggal). Untuk video, kamu bisa mengekstrak frame-frame kunci lalu analisis satu per satu, tapi deteksi deepfake video biasanya membutuhkan algoritma yang lebih kompleks dan temporal-aware.

8. Apakah kode heuristik ini bisa saya modifikasi sendiri? ▸

Tentu. Seluruh logika berada di satu file HTML ini dan menggunakan JavaScript murni. Kamu bebas mengubah bobot masing-masing metode, menambah fitur baru, atau menghubungkannya ke model machine learning di backend kamu.

9. Browser apa saja yang didukung? ▸

Semua browser modern yang mendukung HTML5 canvas dan File API: Chrome, Edge, Firefox, Safari, dan browser mobile terbaru. Jika alat tidak jalan, coba update browser ke versi terbaru.

10. Apakah Arizu menyimpan atau menganalisis hasil deteksi saya? ▸

Versi client-side ini tidak mengirim gambar maupun skor ke server. Jika di masa depan ada versi cloud atau API, kami akan menjelaskan jelas di dokumentasi dan halaman privasi terpisah.